- Diposting oleh : SMK MUH 3 GEMOLONG
- pada tanggal : November 14, 2025
katan Pelajar Muhammadiyah (IPM)
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) adalah salah satu organisasi otonom (ortonom) dari Persyarikatan Muhammadiyah yang secara spesifik bergerak di kalangan pelajar. IPM berfungsi sebagai wadah untuk pembinaan, pengembangan, dan kaderisasi pelajar Muslim.
Sejarah Singkat
Didirikan: IPM didirikan pada 18 Juli 1961 di Yogyakarta.
Latar Belakang: Kelahiran IPM merupakan respons atas kebutuhan untuk membina dan mendidik kader-kader muda di tengah semakin banyaknya sekolah yang didirikan oleh Muhammadiyah sebagai amal usaha persyarikatan. Selain itu, IPM juga lahir sebagai aksentuator (penekanan) gerakan dakwah amar ma'ruf nahi munkar di kalangan pelajar.
Perubahan Nama: Pada tahun 1992, nama IPM sempat diubah menjadi Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) untuk menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah saat itu yang membatasi penggunaan kata "pelajar" untuk organisasi berskala nasional, serta untuk memperluas jangkauan ke basis remaja di luar sekolah.
Kembali ke IPM: Setelah melalui proses yang panjang, pada Muktamar IRM XVI tahun 2008 di Surakarta, nama organisasi ini secara resmi kembali menjadi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM).
Tujuan Utama
Tujuan IPM, sesuai dengan Anggaran Dasar organisasi, adalah:
"Terbentuknya Pelajar Muslim yang berilmu, berakhlak mulia, dan terampil dalam rangka menegakkan dan menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Islam, sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya."
Nilai Strategis dan Peran
IPM memiliki dua nilai strategis utama bagi Persyarikatan Muhammadiyah:
Aksentuator Gerakan Dakwah: Menjadi pelopor dan penekan gerakan dakwah Islam amar ma'ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) di kalangan pelajar.
Lembaga Kaderisasi: Menjadi tempat penyiapan calon-calon pemimpin masa depan (regenerasi) bagi Muhammadiyah, umat, dan bangsa.
Secara praktis, IPM berperan sebagai Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) di sekolah-sekolah Muhammadiyah, yang fokus pada pengembangan:
Keislaman: Melalui kajian, pengajian, dan praktik ibadah.
Intelektual: Melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan pengkajian.
Kepemimpinan: Melalui pelatihan organisasi dan leadership training (perkaderan).
Kreativitas dan Kewirausahaan: Melalui bidang seni, budaya, olahraga, dan pengembangan ekonomi pelajar.
Struktur Organisasi
Struktur kepemimpinan IPM bersifat hierarkis dari tingkat pusat hingga sekolah:
| Tingkat Kepemimpinan | Wilayah Kerja |
| Pimpinan Pusat (PP IPM) | Nasional |
| Pimpinan Wilayah (PW IPM) | Provinsi |
| Pimpinan Daerah (PD IPM) | Kabupaten/Kota |
| Pimpinan Cabang (PC IPM) | Kecamatan |
| Pimpinan Ranting (PR IPM) | Sekolah (Amal Usaha Muhammadiyah) atau Desa/Kelurahan |
IPM saat ini telah tersebar di seluruh provinsi di Indonesia, menjadikannya salah satu organisasi pelajar terbesar di Tanah Air.
