Skip to Content
Loading...
Admin
Admin
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?

Hizbul Wathan (HW)

 

Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW)

Hizbul Wathan (HW), yang berarti "Pembela Tanah Air", adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang bergerak di bidang kepanduan (pramuka). HW berfungsi sebagai sistem pendidikan nonformal untuk membina watak, mental, fisik, dan keterampilan anak, remaja, dan pemuda yang berlandaskan Islam.

Sejarah Singkat

  • Pendiri: Gerakan Kepanduan HW didirikan oleh K.H. Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah.

  • Tahun Berdiri: Didirikan pertama kali pada tahun 1918 di Yogyakarta dengan nama awal Padvinder Muhammadiyah, yang kemudian diganti menjadi Hizbul Wathan pada tahun 1920.

  • Latar Belakang: K.H. Ahmad Dahlan terinspirasi setelah melihat latihan Javansche Padvinders Organisatie (JPO) di Solo. Beliau menyadari pentingnya metode kepanduan untuk mendidik pemuda Muhammadiyah agar memiliki fisik yang tangguh, jiwa nasionalisme, dan akidah Islam yang kuat.

  • Masa Vakum dan Kebangkitan: HW sempat dibubarkan dan dilebur ke dalam Gerakan Pramuka pada tahun 1961. Namun, pada masa Reformasi, tepatnya tanggal 18 November 1999, Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi membangkitkan kembali Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.

  • Peran Historis: HW memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan. Banyak tokoh nasional dan militer, seperti Panglima Besar Jenderal Soedirman, merupakan kader dari Kepanduan HW.

Tujuan dan Prinsip Dasar

Tujuan HW

Tujuan utama HW adalah "terwujudnya pribadi Muslim yang sebenar-benarnya dan siap menjadi kader Persyarikatan, Umat, dan Bangsa."

Tujuan ini dicapai melalui pembinaan:

  1. Aqidah, Mental, dan Fisik yang kuat.

  2. Berilmu dan berteknologi.

  3. Berakhlak Karimah (berbudi pekerti mulia).

Prinsip Dasar Kepanduan HW

HW secara khusus menekankan pada kepanduan yang Islami. Prinsip dasarnya meliputi:

  • Pengamalan akidah Islamiyah.

  • Pembentukan dan pembinaan akhlak mulia menurut ajaran Islam.

  • Pengamalan Kode Kehormatan Pandu.

Undang-Undang Pandu HW berisi sepuluh poin yang mengatur sifat, sikap, dan perbuatan seorang Pandu, seperti "Pandu Hizbul Wathan itu dapat dipercaya" dan "Pandu Hizbul Wathan itu siap menolong dan wajib berjasa."

Metode dan Kegiatan Utama

HW menerapkan sistem pendidikan luar keluarga dan sekolah yang menarik, menyenangkan, dan menantang, dengan ciri khas sebagai berikut:

  • Metode Kepanduan: Pemberdayaan anggota melalui sistem beregu (kelompok kecil), kegiatan di alam terbuka, dan penggunaan sistem kenaikan tingkat serta tanda kecakapan.

  • Fokus Kegiatan:

    • Keislaman: Pembinaan rohani, praktik ibadah, dan pengajian Al-Quran dan As-Sunnah.

    • Keterampilan Hidup: Pelatihan baris-berbaris, pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK), survival, hiking, dan orientasi medan.

    • Sosial: Bakti masyarakat, kerja sama tim, dan kepedulian lingkungan.

    • Kreativitas: Kegiatan seni, olahraga, dan pengembangan minat bakat.

Tingkatan Anggota (Kabilah)

Struktur keanggotaan HW dikelompokkan berdasarkan usia dan tingkatan, yang disebut Kabilah (di tingkat sekolah/ranting):

TingkatanRentang Usia
Athfal6 - 10 Tahun (Setara SD)
Pengenal11 - 15 Tahun (Setara SMP)
Penghela16 - 20 Tahun (Setara SMA/Mahasiswa)
Penuntun21 - 25 Tahun (Pembina atau Pelatih)

 


Berbagi

Postingan Terkait

Posting Komentar

Konfirmasi Penutupan

Apakah anda yakin ingin menutup pemutaran video ini?